Tampilkan postingan dengan label Featured. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Featured. Tampilkan semua postingan

21 Mei 2016

Apakah Saya Harus Mengikuti Semua Lomba Blog?

Pernah suatu ketika saya blogwalking ke salah satu blog, soalnya kalau ke salah satu mall, namanya walking-walking. :D Sesampainya di blog tersebut, saya terheran dengan beberapa postingan terakhir blog tersebut yang isinya adalah konten artikel lomba blog. Ya...sampai-sampai di sidebar penuh dengan banner lomba.

Saya tertegun, saya terpukau dan saya salut dengan blogger yang tidak bisa saya sebutkan namanya tersebut, lha ya juga lupa blognya apa. Saya aja...boro-boro ikut semua lomba, pengen nyoba ikut satu lomba aja udah ndlosor duluan karena lihat blogger lain postingannya keren-keren. Mungkin lomba blog bukan jalan saya.

Lomba Blog

Fenomena seperti ini sekarang udah jadi hal biasa. Mengingat sudah banyak pihak-pihak yang mengadakan lomba blog. Ada yang mengadakan lomba murni karena ingin mencari dan menggali potensi menulis para blogger, tapi ada juga yang mengadakan lomba untuk media marketing dan branding. Kalau boleh saya katakan, kebanyakan lomba sekarang ini adalah seperti Sponsored Post. Sayangnya, tidak semua blogger dibayar, karena bayarannya diperebutkan oleh banyak blogger dalam sebuah hadiah.

Kembali ke fenomena tadi, lalu apakah kita sebagai blogger harus mengikuti semua lomba-lomba blog yang ada? Jawabannya adalah...... Tergantung.

Tergantung dari masing-masing blogger itu sendiri. Karena tiap blogger punya motif dan keinginan ketika mengikuti sebuah lomba blog.

Ada blogger yang merasakan kepuasan tersendiri ketika sudah mengikuti lomba blog, meski ujung-ujungnya tidak pernah menang. Ada juga yang memang mengincar hadiahnya yang begitu besar. Mungkin ada juga yang sekedar ingin mengisi blognya supaya nggak kosong mlompong.

Akan tetapi, sebagai blogger yang kekinian, kita sebagai blogger nggak bisa asal ikut lomba blog aja. Perlu adanya riset yang mendalam terhadap lomba tersebut. #hayah.

Ya tujuannya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang pada akhirnya merugikan blogger maupun penyelenggara lomba tersebut. Tidak perlu dimention contohnya ya.

Untuk itu sebelum memutuskan untuk mengikuti lomba blog, ada baiknya memperhatikan beberapa hal berikut ini.

Tema Lomba

Yang pertama perlu diperhatikan adalah tema dari lomba blog. Lihat apakah tema lomba blog tersebut sesuai dengan tema blog. Tujuannya agar postingan lomba blog nanti sesuai dengan tema blog kita. Misalnya blog kita mengulik soal kuliner, tapi lombanya tentang toko online, tentu tidak ada korelasinya.

Tapi jika ingin mengikuti meski tak ada korelasi, tetap bisa dihubung-hubungkan. Misalnya membuat postingan lomba blog tentang bagaimana membuat masakan yang enak, lha nanti jelaskan saja cara mencari bumbu dan perlengkapan masaknya di toko online tersebut. Ini contoh saja. Selebihnya bisa disesuaikan berdasarkan kreatifitas masing-masing.

Jadi melihat tema ini sangat penting. Karena pengaruhnya akan ke isi konten.

Penguasaan Tema

Setelah melihat tema, yang kedua adalah bertanya ke diri sendiri apakah tema tersebut memang dikuasai. Kalau saya, setelah melihat tema lomba blog dan ternyata itu tidak sesuai dengan kompetensi dan temanya tidak saya kuasai, ya saya pun tak memaksa mengikuti lomba tersebut. Karena ketika kita tidak menguasai tema tersebut, hasilnya pasti juga tak maksimal. Meski bahan konten bisa diambil dari internet.

Misalnya saja adalah lomba temanya otomotif, saya sendiri tidak mengikuti memahami soal otomotif, padahal lomba tersebut akan lebih baik jika mengupas lebih dalam sisi otomotifnya. Nah, yang semacam ini saya tidak bisa paksakan untuk mengikutinya. Meski hadiahnya wow.

Jenis Lomba

Lalu selanjutnya biasanya saya melihat jenis lombanya. Lomba blog itu jenis macam-macam, ada yang murni lomba menulis (bagus-bagusan kualitas tulisan), ada yang lomba semi-SEO (selain kualitas artikel juga posisi di SERP), ada juga yang full SEO (biasanya kualitas artikel tidak begitu diperhatikan) dan lain-lain.

Nah, dari jenis-jenis lomba tersebut, kembali lagi harus disesuaikan dengan kemampuan diri kita sebagai blogger. Masa iya kalau nggak tau cara optimasi SEO tapi ikut lomba blog SEO? Kan pada akhirnya kita cuma jadi penggembira aja. Yang penting adalah selalu baca Syarat & Mekanisme lomba sebelum mengikutinya.

Sistem Penjurian

Sistem penjurian atau penilaian pun tak boleh luput dari perhatian kita. Saking banyaknya sistem penjurian, kadang kita merasa dicurangi setelah mengikuti lomba. Padahal kitanya sendiri yang kurang cermat membaca sistem penjurian.

Dari beberapa lomba blog yang ada, saya pernah menemui sistem penjurian yang kadang tak sesuai dengan inti lomba. Ada model penjurian yang memang dilihat dari kualitas postingan (tata bahasa, cara penulisan, keterkaitan ilustrasi gambar/video, kesesuaian dengan tema), ada yang menilai berdasarkan jumlah share, like & comment (jadi sebaik apapun tulisan, yang dinilai hanya berdasarkan jumlah share dan like di artikel lomba tersebut), lalu ada yang berdasarkan posisi di mesin pencari (ini untuk lomba semi-seo dan seo).

Sangat penting mengetahui sistem penilaian ini. Karena ini adalah acuan untuk kita dalam menyusun tulisan lomba. Misalnya sistem penilaian berdasarkan jumlah share dan like, berarti kita harus membuat artikel lomba yang memuat unsur-unsur viral content.


Viral Content

Tujuan Lomba

Untuk yang ini mungkin agak sulit melihatnya. Karena yang tahu diadakannya lomba ini ya penyelenggara itu sendiri. Tapi kita bisa melihat sekilas di abstract lomba tersebut. Biasanya di informasi lomba ada latar belakang diadakannya lomba tersebut.

Dengan mengetahui tujuan lomba, maka akan memudahkan kita ketika menyusun tulisan yang sesuai target mereka (penyelenggara). Selain itu juga bisa dijadikan bahan pertimbangan kita apakah akan mengikuti lomba ini atau tidak, dan apa manfaat yang kita dapat.

Misalnya di tahun kemarin ada lomba tentang disabilitas. Tujuannya agar blogger memiliki pandangan terhadap kaum difabel dan tentunya lebih mendekatkan diri dengan saudara kita yang difabel. Di sini keuntungan dari lomba bisa didapatkan keduabelah pihak. Sedangkan untuk lomba yang tujuannya memang untuk marketing, seperti lomba review, dari sisi blogger keuntungannya berpeluanga mendapatkan hadiah. Tapi di sisi penyelenggara (brand) akan mendapatkan banyak keuntungan, seperti backlink, branding, dan lainnya.

Hadiah

Hadiah juga harus diperhatikan. Tulisan yang kita ikutkan lomba juga perlu apresiasi, terlebih lomba yang dinilai dari segi kualitas artikel. Kita sebagai blogger tak jarang untuk menghabiskan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari untuk menyusun artikel lomba tersebut.

Hadiah Lomba Blog

Nah, hadiah inilah salah satu bentuk apresiasinya kepada blogger (peserta lomba). Saya sangat berterima kasih kepada penyelenggara lomba yang mau memberikan hadiah hiburan kepada para peserta, misalnya 100 peserta pertama akan mendapatkan t-shirt, atau mendapatkan powerbank, atau mungkin mendapatkan notebook, ini mah ngarepnya kebangetan :D Tapi sekecil apapun bentuk hadiah hiburan itu paling tidak sudah menjadi apresiasi untuk blogger itu sendiri.

Tapi ada juga penyelenggara yang memberikan mekanisme dan syarat lomba terlalu ribet, tapi hadiahnya tidak sesuai ekspetasi dan kondisi. Kalau itu tujuan lombanya memang untuk kebaikan masyarakat, ya nggak masalah. Tapi kalau tujuannya hanya untuk satu pihak yang sekedar memanfaatkan blogger, ya kebangetan sih. hehehe.

Penyelenggara Lomba

Yang terakhir menurut saya adalah penyelenggara lomba. Kita harus mengetahui siapa sih penyelenggaranya. Apakah dari pihak yang sudah kredibel atau belum. Tapi kadang yang sudah kredibel pun masih salah kaprah bikin lombanya. #nomention

Tapi ini perlu menjadi perhatian sebelum mengikuti lomba. Keberadaan penyelenggara lomba sangat berperan penting khususnya untuk masalah ketepatan jadwal baik penyelenggaraan, pengumuman, terlebih masalah penyerahan hadiah.

Postingan ini bukan untuk melarang Anda mengikuti lomba blog, tapi hanya sekedar curhatan semata agar lebih hati-hati mengikuti lomba blog. Jika dulu lomba blog memang banyak yang tujuannya mencari blogger berbakat yang punya tulisan menawan, kini sudah mulai melebar. Banyak pihak-pihak yang telah mengetahui kekuatan dari sebuah lomba blog. Dengan modal sekian juta, manfaatnya lebih terasa daripada membayar ratusan blogger untuk melalukan promosi.

Tapi ini kembali lagi ke diri kita masing-masing. Saya yakin setiap blogger juga punya visi misi, punya penilaian tersendiri dari fenomena yang ada saat ini. Mohon dikoreksi apabila postingan ini kurang berkenan bagi Anda.

19 Mei 2016

6 Hal Sebelum Blogger Menerima Tawaran Content Placement

Content placement di kalangan blogger semakin kesini semakin kekinian. Maksudnya semakin banyak saja pihak-pihak yang ingin memberikan tawaran "Content Placement" kepada blogger.

Ini artinya keberadaan blogger sudah diakui oleh beberapa kalangan, brand dan pengiklan. Dan secara tidak langsung juga dapat meningkatkan taraf hidup blogger dari segi ekonomi. :D

Tapi...tapi...sekarang ini masih banyak tawaran content placement yang memberikan rate bisa saya katakan rendah. Mengapa? Karena saya pernah bahas di sini. Baca aja nanti.

Itu menurut saya lho ya, kalau menurut kalian sudah besar ya monggo. :) #jangansensi

Yang menjadi masalah sebenarnya bukan itu.

Karena faktanya, banyak yang sekedar menerima tawaran content placement hanya karena iming-iming uang. Padahal sebaiknya sebelum menerima tawaran content placement, blogger harus memperhatikan beberapa hal berikut ini :

Content Placement

#1 Kesesuaian Tema

Konsisten pada tema blog yang telah kita bangun adalah salah satu cara membentuk karakter blog. Kadang, tawaran content placement tidak sesuai dengan tema blog kita, sehingga secara tidak langsung ini merusak citra blog yang telah dikelola. Ya tidak semuanya sih, tapi ada beberapa pihak yang menawari content placement yang tidak sesuai dengan tema blog kita.

Saya sendiri pernah, blog saya tentang bisnis tapi ditawari content placement dengan tema diluar itu. Sebenarnya ratenya lumayan (diatas rata-rata rate content placement yang ada) tapi apakah saya harus memaksakan menerima itu hanya karena rate tinggi?

Mengapa hal seperti itu terjadi? Ya karena sebenarnya pihak yang memberikan content placement hanya ingin mendapatkan backlink dari blog kita. Rata-rata backlink, tapi ada juga yang sekedar titip nama "brand". Nah kalau sudah titip nama brand justru rate lebih tinggi.

Jadi yang pertama pastikan tema dari content placement sesuai dengan tema blog kita. Kalau tidak sesuai, jangan memaksakan. Ini bukan soal menolak rejeki, tapi bagaimana kita konsisten dengan apa yang telah kita bangun.

#2 Mengecek Backlink

Umumnya, content placement memberikan backlink ke sebuah website brand atau landing page produk tertentu. Pastikan untuk mengecek terlebih dahulu backlink tersebut apakah telah sesuai dan trust domain. Jangan sampai mendapatkan content placement yang didalamnya ada backlink ke situs-situs dewasa, judi, dan sejenisnya. Bisa saja lho ini.

Karena artikel tersebut nanti nongol di blog kita, alangkah baiknya selalu cross check backlink yang melekat di content placement.

Selain itu, seperti yang pernah saya publish di artikel ini. Bahwa sebaiknya yang berhubungan dengan content placement dan job review, backlink diberi tag rel=nofollow. Sebaiknya gitu sih, tapi ya namanya juga content placement untuk mencari backlink, kadang dari pihak pemberi content placement tidak mengijinkan untuk diberi tag nofollow.

Dan pastikan hanya ada satu backlink saja. Kalau menurut saya nih, jika dalam satu content placement ada dua backlink apalagi dua link ke situs berbeda, maka rate akan bertambah pula. Ini kalau menurut saya sob.


#3 Baca Ulang Artikelnya

Meskipun artikel telah dibuatkan oleh pihak sana, dan blogger tinggal mempublisnya, jangan seenaknya untuk langsung mempublis. Baca ulang dulu keseluruhan artikel apakah ada yang salah atau tidak sesuai dengan blog kita. Sekali lagi artikel tersebut nantinya akan tayang di blog kita, dan jika itu artikel buruk maka yang kena dampaknya adalah kita, blogger. Nah, resiko inilah sebenarnya yang seharusnya menjadi salah satu faktor penentu rate content placement. Bukan sekedar dinilai dari berapa DA, PA, Pagerank, Alexa Rank dan sejenisnya. Di lain sisi, nama kita juga harus ada harganya.

Dan yang lebih penting adalah, content placement bukanlah review produk/brand. Jangan sampai content placement memberikan informasi tentang sebuah produk secara mendetail. Konsep artikel pada content placement sebaiknya secara general dan sesuai dengan tema blog kita.

#4 Cek Duplikasi

Artikel dari content placement biasanya telah dibuat oleh Tim Content Manager dari sebuah agency atau pihak brand itu sendiri. Tapi tak ada salahnya jika blogger tetap mengecek duplikasi dari artikel tersebut. Namanya juga manusia, bisa saja pas buat artikel tersebut hanya sebatas rewriter sana sini dan itu masih meninggalkan copy paste dari sumber lain. Sebaiknya ini artikel dari content placement dicek terlebih dahulu.

Bagaimana caranya? Cara paling mudah adalah copy beberapa kalimat lalu search di Google. Kalau ada yang sama, ya sebaiknya minta ganti artikel. Tapi kalau pengen mudah ya pakai tools semacam Copyscape dan sejenisnya.

#5 Siapa Dia

Bersyukur kalau yang menghubungi kita adalah dari pihak brand atau agency langsung, tapi kalau personal, silahkan di cross check dulu siapa dia. Kalau sudah kenal sih nggak masalah, tapi kalau tiba-tiba ada email masuk dari orang tak dikenal yang menawari content placement sebaiknya dicari tahu dulu siapa dia.

Bukan masalah curiga atau gimana, tapi ini hanya masalah keterbukaan saja agar jika nanti ada kendala atau masalah bisa menghubungi pihak yang berkaitan dengannya. Apalagi kalau sudah yang berhubungan dengan administrasi.

#6 Soal Pembayaran

Yang paling penting dari semuanya adalah pembayaran. :D Dengan mengetahui siapa dia, otomatis masalah pembayaran tak perlu was-was. Kan nggak asik kalau sudah dipublis tiba-tiba orang yang ngasih menghilang begitu saja.

Masalah pembayaran sebaiknya dikomunikasi sejak awal. Bagaimana mekanismenya dan waktu pembayarannya. Ya, sebaiknya untuk content placement pembayaran tidak terlalu lama. Maksimal minggu depannya. Soalnya rate yang diberikan juga tidak terlalu besar.

***
Ini hanya sekedar sharing pengalaman kalau nanti kita mendapatkan tawaran content placement. Masalah rate besar atau kecil itu terserah blogger masing-masing. Yang mau dibayar rendah, ya monggo, yang pengennya dibayar tinggi ya nggak usah mengejek yang dapat bayaran rendah. Semua itu kembali lagi pada kondisi "Suka Sama Suka".

Sekali lagi ini hanyalah opini saya pribadi, jika tidak sesuai ya tolong dikoreksi, kalau sesuai yang alhamdulillah. Matur suwun.

25 Februari 2016

Mengapa Rate Article Placement Lebih Murah Dibanding Sponsored Post?

Pernahkah teman-teman mendapatkan tawaran kerjasama dengan pihak advertiser baik itu langsung dari brand atau melalui agency? Pasti pernah kan ya.

Nah biasanya tawaran kerjasama itu kalau nggak Article Placement ya Sponsored Post. Kalau belum tahu beda antar keduanya lebih baik baca artikel aku sebelumnya, Job Review sama Content Placement, Kembar Tapi Beda.

Aku pun juga sering mendapatkan tawaran itu. Tapi akhir-akhir ini sering mendapatkan tawaran yang Article Placement. Dimana pihak advertiser (brand/agency) telah menyiapkan artikelnya dan aku hanya diminta untuk mempublikasikannya di blog aku. Jika ingin di edit ya monggo, tapi itu tidak mempengaruhi rate.

Rate Sponsored Post

Bicara soal rate atau biaya publikasi, kalau teman-teman mengamati pasti akan memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Sponsored Post biasanya rate bisa mencapai Rp 1 Juta per post, sedangkan Article Placement hanya Rp 100 Ribuan, bahkan ada rekan blogger yang pernah mendapatkan di bawah Rp 100 Ribu.

Apakah itu salah? Tidak, itu tidak salah, jika kedua belah pihak sudah suka sama suka.

Tapi, bagi saya itu tidak adil. Why? Tak perlu aku jelaskan. hehehe.

Yang menjadi masalah saat ini adalah mengapa rate antara keduanya ini kok berbeda?

Menurut aku pribadi ada beberapa alasan yang menyebabkan rate antara keduanya berbeda.

#1 Keberadaan Artikel

Sponsored post memiliki rate yang tinggi karena kita (blogger) yang menulis artikel itu sendiri. Kita hanya diberi brief tentang artikel akan dibuat nanti. Sedangkan untuk Article Placement kita tak perlu memikirkan artikelnya karena sudah disediakan oleh pihak advertiser.

#2 Isi Artikel

Perbedaan yang mencolok juga terdapat pada isi artikelnya. Sponsored Post umumnya artikel berupa promosi atau review sebuah produk yang disajikan secara soft selling maupun hard selling. Misalnya saja ada salah satu produk smartphone yang baru rilis, lalu blogger diminta untuk membuat review tentang smartphone itu. Dan di artikel tentunya disisipi link dengan landing page ke website klien.

Sedangkan Article Placement, lebih ke titip backlink. Dari isi artikel mungkin temanya bebas. Namun di dalamnya disisipi backlink dengan text anchor kata kunci yang telah ditentukan. Misalnya saja article placement ingin titip backlink ke website perusahaan sepatu dengan kata kunci "jual sepatu murah", nanti isi artikel lebih umum seperti Tips Membeli Sepatu Murah Secara Online. Namun, isinya umum ya, tidak ada nama brand sama sekali. Cuma ya itu tadi, ada backlink dengan kata kunci yang ditentukan.

#3 Tujuannya

Sponsored post sudah jelas untuk mempromosikan sebuah brand. Dengan demikian tak heran jika di dalam artikel nanti akan disebutkan nama brand tersebut. Menyebutkan brand ini membuat rate lebih mahal. Apalagi buat blog yang memiliki kredibilitas yang tinggi.

Sedangkan Article Placement mayoritas hanya untuk keperluan backlink atau optimasi SEO. Tak heran jika yang mengontak adalah dari pihak agency, mayoritas gitu.

#4 Budget Klien

Untuk sponsored post karena memang ingin beriklan secara terbuka, maka budget iklan tinggi. Blogger pun kalau memiliki blog yang bagus, rate bisa sampai jutaan per artikel. Tapi untuk article placement karena hanya untuk kebutuhan backlink SEO dan memerlukan banyak blog, maka budget dibagi-bagi.

Menurut aku itu faktor-faktor yang menyebabkan dua bentuk kerjasama blog ini memiliki rate yang berbeda.

Nah, saran aku jika nanti teman-teman blogger mendapatkan kerjasama seperti itu khususnya Article Placement yang mana di dalam artikel menyebutkan nama brand, dan mengarahkan audience ke brand tersebut, jangan sungkan untuk menawar rate article placement.

Sekarang ini era digital, keberadaan blogger sangat diperhitungkan, sehingga tak perlu sungkan untuk menawar, terlebih jika blog teman-teman memiliki kredibilitas yang bagus.

Aku rasa ini saja yang bisa aku share. Informasi ini belum tentu benar dan bisa juga benar. Karena ini hanya bersumber dari opini aku. Kalau tidak setuju dengan opini ku, silahkan komentar di bawah. :) Salam blogging.

23 Oktober 2015

Welcome to VIRMANSYAH.net

Alhamdulillah, akhirnya saya memiliki domain ini (virmansyah.net) sebagai pelengkap domain pribadi saya yang lainnya (virmansyah.info). :)
Berbeda dengan domain saya www.virmansyah.info, untuk domain ini saya khususkan untuk berbagi tips dan informasi seputar dunia blog. Sedikit pengalaman saya di dunia blogging akan saya tulis di blog ini. Syukur-syukur bisa membantu maupun memberikan solusi kepada teman-teman blogger yang mungkin memiliki masalah yang sama.

Rencananya blog www.virmansyah.net ini akan update tiap Senin dan Sabtu saja, tapi apabila memungkinkan akan saya update setiap saya senggang.

Blog ini masih memakai engine BlogSpot. Mengapa pakai BlogSpot? Karena saya suka Blogspot. hehe.

Ini dulu informasi yang bisa saya sampaikan, semoga keberadaan blog ini bisa membuat saya lebih rajin menulis di blog dan memberikan manfaat bagi teman-teman blogger lainnya :)


Terima Kasih,
Setia Adi Firmansyah

Follow This Blog!